<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dinar Archives - Ruang Finansial</title>
	<atom:link href="https://ruangfinansial.com/tag/dinar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Informasi Seputar Finansial</description>
	<lastBuildDate>Sun, 11 Oct 2026 12:54:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://ruangfinansial.com/wp-content/uploads/2026/02/cropped-logo-ruangfinansial-32x32.png</url>
	<title>Dinar Archives - Ruang Finansial</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>5 Perbedaan Dinar dan Dirham Beserta Sejarah</title>
		<link>https://ruangfinansial.com/emas/perbedaan-dinar-dan-dirham/</link>
					<comments>https://ruangfinansial.com/emas/perbedaan-dinar-dan-dirham/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Michael Liuw]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2026 12:54:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Investasi Emas]]></category>
		<category><![CDATA[Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Emas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ruangfinansial.com/?p=1325</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di toko logam mulia, kadang kamu melihat koin emas bertuliskan dinar, dan di sebelahnya ada koin perak bernama dirham. Sama-sama koin, sama-sama berakar dari sejarah Islam. Lalu bedanya di mana? Banyak orang mengira keduanya sama-sama ... <a title="5 Perbedaan Dinar dan Dirham Beserta Sejarah" class="read-more" href="https://ruangfinansial.com/emas/perbedaan-dinar-dan-dirham/" aria-label="Baca selengkapnya tentang 5 Perbedaan Dinar dan Dirham Beserta Sejarah">Read more</a></p>
<p>The post <a href="https://ruangfinansial.com/emas/perbedaan-dinar-dan-dirham/">5 Perbedaan Dinar dan Dirham Beserta Sejarah</a> appeared first on <a href="https://ruangfinansial.com">Ruang Finansial</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Di toko logam mulia, kadang kamu melihat koin emas bertuliskan dinar, dan di sebelahnya ada koin perak bernama dirham. Sama-sama koin, sama-sama berakar dari sejarah Islam. Lalu bedanya di mana?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Banyak orang mengira keduanya sama-sama emas. Ternyata tidak. Bahannya saja sudah berbeda, dan itu baru perbedaan pertama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Soal pembayaran, Bank Indonesia menegaskan bahwa rupiah adalah satu-satunya alat pembayaran yang sah di Indonesia, sesuai UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Jadi dinar dan dirham zaman sekarang lebih tepat dilihat sebagai logam mulia untuk simpanan, koleksi, zakat, atau mahar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di artikel ini kita mulai dari dasar dulu, pengertian dan sejarah masing-masing. Setelah itu baru masuk ke lima perbedaan emas dinar dan dirham, dari bahan, berat, kadar, asal nama, sampai fungsinya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pengertian Dinar</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Apa itu dinar? <a href="https://ruangfinansial.com/emas/emas-dinar/" data-type="link" data-id="https://ruangfinansial.com/emas/emas-dinar/">Dinar</a> adalah koin emas seberat 4,25 gram, setara satu mitsqal (Morton &amp; Eden, 2025). Berat inilah yang dijadikan acuan dinar modern di Indonesia. Namanya diserap dari kata <em>denarius</em>, nama koin dari peradaban Romawi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Standar World Islamic Mint (WIM) menetapkan dinar sebagai koin emas 22 karat (91,7 persen) seberat 4,25 gram. Antam menyediakan dua pilihan kadar, yaitu emas 91,7 persen (22 karat) dan 99,99 persen (24 karat).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pilihan bobotnya cukup lengkap: seperempat dinar, setengah dinar, 1 dinar, 2 dinar, dan 4 dinar.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Sejarah Dinar</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum Islam, pedagang Arab sudah akrab dengan solidus, koin emas Bizantium yang beredar luas di Timur Tengah. Koin ini dipakai terus-menerus, dan banyak yang akhirnya aus (Morton &amp; Eden, 2025).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perubahan besar datang pada 77 H, sekitar 696–697 M. Khalifah Abdul Malik bin Marwan dari Bani Umayyah mereformasi mata uang dan menerbitkan dinar yang dianggap sebagai koin emas murni Islam yang pertama (Morton &amp; Eden, 2025; Royo Martínez, 2015). Bobotnya mengikuti mitsqal, sekitar 4,25 gram, bukan lagi bobot solidus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Desainnya ikut berubah. Gambar makhluk hidup ditiadakan. Sebagai gantinya ada kalimat tauhid, ayat Al-Qur&#8217;an, nominal, dan tahun cetak (Museum of Islamic Art, n.d.). Pola ini kemudian dipakai koin Islam selama berabad-abad sesudahnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pengertian Dirham</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu apa itu dirham? Dirham adalah koin perak seberat 2,975 gram. Angka ini muncul dari hubungan berat dengan dinar: 7 dinar sama beratnya dengan 10 dirham, sehingga 1 dirham adalah 7/10 dari 4,25 gram.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nama dirham berasal dari kata Yunani <em>drachme</em> yang berarti koin (AboutIslam, n.d.). Antam menjual dirham berkadar perak 99,95 persen, dalam ukuran 1 dirham (2,975 gram) dan 5 dirham (14,875 gram) (IDX Channel, 2022).</p>



<h2 class="wp-block-heading">Sejarah Dirham</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau dinar berakar di Bizantium, dirham berakar di Persia. Sebelum Islam, koin perak yang beredar luas di sana adalah drachm dari Kekaisaran Sasania. Pedagang Arab mengenalnya lewat jalur dagang, lalu terus memakainya setelah Islam datang dengan sebutan dirham.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirham ikut direformasi pada masa Abdul Malik bin Marwan. Dirham bergaya Islam dengan tulisan Arab mulai dicetak sekitar 78 H di sejumlah wilayah, antara lain Kufah, Armenia, dan Azerbaijan (Sohag University, n.d.). Gaya lama peninggalan Sasania perlahan ditinggalkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beratnya kemudian dibakukan mengikuti dinar. Karena itu, hitungan 7 dinar setara 10 dirham masih dipakai sebagai patokan sampai sekarang.</p>



<h2 class="wp-block-heading">5 Perbedaan Emas Dinar dan Dirham</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah tahu pengertian dan sejarahnya, sekarang kita bandingkan keduanya satu per satu.</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. Perbedaan Bahan Dasar</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Dinar dibuat dari emas, dirham dari perak. Ini perbedaan yang paling kelihatan, dan efeknya langsung terasa di harga. Nilai dinar mengikuti harga emas dunia, sedangkan nilai dirham mengikuti harga perak dunia (Cermati, n.d.).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Artinya, harga emas yang naik belum tentu dibarengi kenaikan harga perak. Dua logam ini punya pergerakannya sendiri.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. Perbedaan Berat Standar</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Berat dinar standar 4,25 gram, sedangkan dirham 2,975 gram. Selisihnya kecil, tapi keduanya saling terhubung. Coba hitung: 7 dinar sama dengan 7 × 4,25 = 29,75 gram emas, dan 10 dirham sama dengan 10 × 2,975 = 29,75 gram perak. Beratnya sama, bahannya beda. Itulah maksud hitungan 7 dinar = 10 dirham.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pilihan bobot di Antam juga berbeda. Dinar tersedia dari seperempat sampai 4 dinar, sedangkan dirham dalam ukuran 1 dan 5 dirham.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:</strong> <a href="https://ruangfinansial.com/emas/perbedaan-emas-putih-dan-perak/" data-type="link" data-id="https://ruangfinansial.com/emas/perbedaan-emas-putih-dan-perak/">8 Perbedaan Emas Putih dan Perak yang Paling Mudah Dikenali</a></p>



<h3 class="wp-block-heading">3. Perbedaan Kadar Kemurnian</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Kadar dinar bisa berbeda tergantung produsennya. Standar WIM memakai emas 22 karat, sementara Antam menjual dinar 22 karat (91,7 persen) dan 24 karat (99,99 persen). Dirham Antam punya kadar perak 99,95 persen (IDX Channel, 2022).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau kamu membeli koin dari produsen lain, cek dulu sertifikat dan spesifikasi kadarnya. Jangan sampai asal beli karena namanya sama-sama dinar dan dirham.</p>



<h3 class="wp-block-heading">4. Perbedaan Asal Nama dan Akar Sejarah</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Dinar berasal dari kata <em>denarius</em> dan terkait tradisi koin emas Romawi–Bizantium. Dirham berasal dari kata <em>drachme</em> dan terkait tradisi koin perak Persia serta Yunani (UIN Walisongo, n.d.; AboutIslam, n.d.).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi, dua koin ini lahir dari dua tetangga besar Arab, yaitu Bizantium dan Persia. Reformasi Abdul Malik bin Marwan-lah yang menjadikannya koin Islam dengan ciri khas sendiri.</p>



<h3 class="wp-block-heading">5. Perbedaan Fungsi dan Nilai</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Nilai satu keping dinar jauh di atas dirham karena emas lebih mahal daripada perak. Pada Februari 2021, Polri menyebut nilai tukar 1 dinar sekitar Rp4 juta dan 1 dirham Rp73.500. Pada Agustus 2022, dinar Antam 22 karat dijual Rp3.582.007 dan 1 dirham Rp94.675.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Antam menyebut dinar dan dirham bisa dipakai untuk zakat, investasi, simpanan, dan mahar (Industry.co.id, 2021). Umumnya, dinar dipilih ketika nilainya yang dicari, sedangkan dirham lebih terjangkau untuk mulai mengoleksi. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam sejarahnya, perak yang lebih mudah ditemukan membuat dirham lebih sering dipakai untuk transaksi sehari-hari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Itulahan pembahasaan singkat dari <a href="https://ruangfinansial.com/" data-type="link" data-id="https://ruangfinansial.com/">Ruang Finansial</a> tentang perbedaan dinar dan dirham. Kalau kamu tertarik mengoleksi atau menyimpannya, beli dari penjual resmi dan cek harga terbaru di laman Logam Mulia Antam. Ingat juga bahwa di Indonesia keduanya bukan alat pembayaran yang sah.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em><strong>Disclaimer: </strong>Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan edukasi. Berat, kadar, harga, dan spesifikasi koin dapat berbeda menurut produsen, dan harga dapat berubah sewaktu-waktu. Periksa informasi terbaru melalui sumber resmi sebelum membeli.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Referensi:</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">AboutIslam. &#8220;The Muslim Empire: How Islamic Coins Came to Existence.&#8221; <em>AboutIslam</em>, aboutislam.net/family-life/culture/the-muslim-empire-how-islamic-coins-came-to-existence/. Diakses 11 Okt. 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bisnis.com. &#8220;Pesan Koin Emas Dinar ke Antam, Pendiri Pasar Muamalah Ambil Untung 2,5 Persen.&#8221; <em>Bisnis.com</em>, 4 Feb. 2021, kabar24.bisnis.com/read/20210204/16/1352108/pesan-koin-emas-dinar-ke-antam-pendiri-pasar-muamalah-ambil-untung-25-persen. Diakses 11 Okt. 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">IDX Channel. &#8220;Mengenal Apa Itu Dinar atau Dirham, Mata Uang di Zaman Rasul.&#8221; <em>IDX Channel</em>, 22 Agu. 2022, www.idxchannel.com/syariah/mengenal-apa-itu-dinar-atau-dirham-mata-uang-di-zaman-rasul/all. Diakses 11 Okt. 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Morton &amp; Eden Ltd. &#8220;A Complete Set of Fifty-Six Post-Reform Umayyad Dinars.&#8221; <em>NumisBids</em>, Auction 133, Lot 1, 2025, www.numisbids.com/sale/9545/lot/1. Diakses 11 Okt. 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Museum of Islamic Art. &#8220;Umayyad Dinar.&#8221; <em>Museum of Islamic Art Collections</em>, collections.qm.org.qa/en/objects/umayyad-dinar-g1. Diakses 11 Okt. 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Republika. &#8220;2013 Jadi Tahunnya Dinar.&#8221; <em>Republika.co.id</em>, 9 Jan. 2013, ekonomi.republika.co.id/berita/mgd11m/2013-jadi-tahunnya-dinar. Diakses 11 Okt. 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Royo Martínez, María del Mar. &#8220;Las emisiones arábigas hasta la reforma monetaria de Abd al-Malik.&#8221; <em>Documenta &amp; Instrumenta</em>, vol. 13, 2015, doi.org/10.5209/rev_DOCU.2015.v13.49746. Diakses 11 Okt. 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sohag University. &#8220;Sasanian Traditions on the Early Post Reform Umayyad Dirhams.&#8221; <em>Sohag University Staff Sites</em>, staffsites.sohag-univ.edu.eg/stuff/home/tags/3169/581. Diakses 11 Okt. 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">UIN Walisongo. &#8220;Kerangka Teoritik Uang Dinar Dirham (Bab II).&#8221; <em>Eprints UIN Walisongo</em>, eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/621/3/082311006_Bab2.pdf. Diakses 11 Okt. 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.</em> JDIH Kementerian Keuangan, jdih.kemenkeu.go.id/fulltext/2011/7TAHUN2011UU.htm. Diakses 11 Okt. 2026.</p>
<p>The post <a href="https://ruangfinansial.com/emas/perbedaan-dinar-dan-dirham/">5 Perbedaan Dinar dan Dirham Beserta Sejarah</a> appeared first on <a href="https://ruangfinansial.com">Ruang Finansial</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ruangfinansial.com/emas/perbedaan-dinar-dan-dirham/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa Itu Emas Dinar? Berat, Sejarah, dan Potensinya untuk Investasi</title>
		<link>https://ruangfinansial.com/emas/emas-dinar/</link>
					<comments>https://ruangfinansial.com/emas/emas-dinar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Michael Liuw]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2026 04:05:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Investasi Emas]]></category>
		<category><![CDATA[Dinar]]></category>
		<category><![CDATA[Emas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ruangfinansial.com/?p=1320</guid>

					<description><![CDATA[<p>Emas dinar mungkin pernah kamu dengar saat membahas zakat, mahar pernikahan, atau investasi emas syariah. Bentuknya memang berbeda dari emas batangan yang biasa dijual di toko logam mulia. Dinar berupa koin emas dengan standar berat ... <a title="Apa Itu Emas Dinar? Berat, Sejarah, dan Potensinya untuk Investasi" class="read-more" href="https://ruangfinansial.com/emas/emas-dinar/" aria-label="Baca selengkapnya tentang Apa Itu Emas Dinar? Berat, Sejarah, dan Potensinya untuk Investasi">Read more</a></p>
<p>The post <a href="https://ruangfinansial.com/emas/emas-dinar/">Apa Itu Emas Dinar? Berat, Sejarah, dan Potensinya untuk Investasi</a> appeared first on <a href="https://ruangfinansial.com">Ruang Finansial</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Emas dinar mungkin pernah kamu dengar saat membahas zakat, mahar pernikahan, atau investasi emas syariah. Bentuknya memang berbeda dari emas batangan yang biasa dijual di toko logam mulia. Dinar berupa koin emas dengan standar berat tertentu dan punya sejarah panjang dalam peradaban Islam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, sebenarnya 1 dinar berapa gram? Apakah semua dinar memiliki kadar emas yang sama? Dan kalau tujuannya untuk investasi, apakah dinar lebih menguntungkan daripada emas batangan?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada beberapa hal yang perlu dipahami sebelum membeli dinar. Bukan hanya soal berat dan kadar emasnya, tetapi juga harga beli, kemudahan menjual kembali, serta perbedaan antara dinar sebagai koin emas modern dan dinar yang digunakan dalam sejarah Islam.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Itu Emas Dinar?</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dinar adalah koin emas yang dipakai sebagai mata uang pada masa Islam klasik. Koin dinar emas pertama yang dicetak khusus oleh pemerintahan Islam muncul pada tahun 77 Hijriah (sekitar 696–697 Masehi) di masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan dari Dinasti Umayyah. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Beratnya satu mitsqal, yaitu sekitar 4,25 gram. Kata &#8220;dinar&#8221; sendiri berasal dari kata Latin <em>denarius</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hari ini dinar tidak lagi berlaku sebagai mata uang resmi. Dinar modern adalah koin emas swasta yang dicetak mengikuti pola dinar zaman dulu, dan di Indonesia salah satu produsennya adalah PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Fungsinya lebih banyak sebagai simpanan nilai, mahar, atau pembayaran zakat.</p>



<h2 class="wp-block-heading">1 Dinar Berapa Gram Emas?</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Nah banyak orang yang ingin berinvestasi emas dinar namun belum tahu, 1 dinar berapa emas? Jadi 1 dinar sama dengan 4,25 gram emas. Angka ini dipakai oleh <em>World Islamic Mint</em> dan diikuti banyak pihak, termasuk Wakala Induk Nusantara di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain berat, kadar emasnya juga perlu diperhatikan. Antam menerbitkan dua jenis dinar, yaitu dinar 22 karat (kadar emas 91,7 persen) dan dinar 24 karat (kadar emas 99,99 persen). Beratnya sama-sama 4,25 gram untuk 1 dinar, tapi kandungan emas murninya berbeda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Contohnya begini, Dinar 22 karat berisi sekitar 3,9 gram emas murni (4,25 gram × 91,7 persen), sedangkan dinar 24 karat berisi hampir seluruhnya emas murni, yaitu sekitar 4,25 gram. Selain 1 dinar, pecahan lain yang tersedia adalah ½ dinar, ¼ dinar, 2 dinar, dan 4 dinar.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:</strong> <a href="https://ruangfinansial.com/emas/emas-cukim/" data-type="link" data-id="https://ruangfinansial.com/emas/emas-cukim/">Emas Cukim Adalah: Tips Membeli, Kelebihan dan Kekurangan</a></p>



<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana Berat Dinar Berubah dalam Sejarah Islam?</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Angka 4,25 gram sering digunakan sebagai acuan ketika membahas dinar. Meski begitu, sejarah penggunaan koin emas jauh lebih beragam daripada satu angka tersebut.</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. Sebelum Reformasi Mata Uang Islam</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum memiliki standar mata uang sendiri, wilayah Arab dan sekitarnya menggunakan berbagai koin dari kekuatan ekonomi yang lebih dahulu berkembang. Salah satunya adalah solidus, koin emas Bizantium.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berat solidus Bizantium umumnya berada di kisaran 4,5 gram, meskipun berat aktual dapat berbeda menurut periode dan kondisi koin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada masa itu, koin perak dari Persia Sasania juga banyak beredar. Koin-koin tersebut menjadi bagian dari sistem perdagangan yang digunakan masyarakat di kawasan tersebut.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. Masa Nabi Muhammad dan Khulafaur Rasyidin</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Pada masa Nabi Muhammad, masyarakat belum menggunakan satu sistem koin yang sepenuhnya seragam seperti mata uang modern. Koin emas dan perak yang telah beredar tetap digunakan dalam kegiatan ekonomi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada masa Khulafaur Rasyidin, koin yang berasal dari tradisi Bizantium dan Sasania juga masih digunakan, dengan sejumlah penyesuaian pada desain atau tulisan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, kurang tepat jika semua koin <a href="https://ruangfinansial.com/category/emas/" data-type="link" data-id="https://ruangfinansial.com/category/emas/">emas</a> pada periode tersebut dianggap memiliki berat yang persis sama dengan standar dinar modern.</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. Reformasi Abdul Malik bin Marwan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan, sistem mata uang mengalami perubahan penting. Sekitar 77 H, dinar emas dengan desain khas Islam mulai diterbitkan sebagai bagian dari reformasi moneter Dinasti Umayyah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Standar berat sekitar 4,25 gram kemudian menjadi acuan penting dalam pembahasan dinar Islam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski demikian, perubahan sistem mata uang tidak berarti seluruh koin yang pernah digunakan sebelumnya memiliki berat identik. Untuk memahami perbedaan tersebut, penelitian numismatik atau kajian tentang mata uang kuno menjadi salah satu sumber yang relevan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">4. Apakah Berat Dinar pada Masa Nabi Pasti 4,25 Gram?</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Pertanyaan ini masih dibahas dalam kajian sejarah dan fikih. Sebagian perhitungan zakat menggunakan standar dinar sekitar 4,25 gram, tetapi penelitian tentang berat koin pada masa Nabi dan hubungan antara standar dinar serta dirham juga menunjukkan adanya persoalan historis yang perlu dikaji lebih lanjut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu kajian yang dapat dibaca adalah penelitian Hishamuddin Mohd. Kassim berjudul <em>Revisiting the Gold and Silver Nisab for Zakat: A Numismatic Study of Prophetic Era Dinar and Dirham Weights and Measures</em>, yang terbit dalam <em>Malaysian Journal of Syariah and Law</em> pada 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kajian tersebut membahas kembali standar berat dinar dan dirham pada periode Nabi serta implikasinya terhadap perhitungan nisab zakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika tujuanmu mengetahui kewajiban zakat, sebaiknya jangan hanya mengandalkan satu angka berat koin. Perhatikan juga ketentuan nisab yang digunakan dan mintalah penjelasan dari lembaga zakat atau ahli fikih yang kompeten.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Perbedaan Dinar dan Emas Batangan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sama-sama emas, tapi dinar dan emas batangan punya karakter berbeda. Tabel di bawah ini merangkum perbedaan dinas dan emas batangan: </p>



<figure class="wp-block-table"><table class="has-fixed-layout"><thead><tr><th>Aspek</th><th>Dinar Emas</th><th>Emas Batangan</th></tr></thead><tbody><tr><td>Bentuk</td><td>Koin bulat berdesain khas Islam</td><td>Batangan atau keping persegi panjang</td></tr><tr><td>Berat</td><td>Tetap: 4,25 gram per dinar (pecahan ½, ¼, 2, 4 dinar)</td><td>Bervariasi, dari ukuran kecil sampai besar</td></tr><tr><td>Kadar</td><td>22 karat (91,7%) atau 24 karat (99,99%) pada produk Antam</td><td>Umumnya 24 karat</td></tr><tr><td>Tujuan utama</td><td>Koleksi, simpanan nilai, mahar, zakat</td><td>Investasi dan simpanan nilai</td></tr><tr><td>Status hukum</td><td>Bukan alat pembayaran sah di Indonesia</td><td>Komoditas investasi</td></tr><tr><td>Harga beli</td><td>Cenderung lebih tinggi dari emas Antam karena dianggap barang koleksi</td><td>Mengikuti harga emas harian</td></tr><tr><td>Penjualan kembali</td><td>Bisa buyback ke Antam sesuai harga hari transaksi; di toko emas sering dihargai sesuai kadar saja</td><td>Mudah dijual kembali lewat buyback</td></tr><tr><td>Perlakuan pajak</td><td>Berbeda dari emas batangan, cek ketentuan terbaru</td><td>Mengikuti aturan PPh Pasal 22 emas batangan</td></tr></tbody></table></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dari tabel terlihat bahwa perbedaan terbesarnya ada di harga dan kemudahan menjual kembali. Menurut pemberitaan Kontan, permintaan dinar cenderung stagnan karena harganya lebih tinggi dari emas antam. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Aturan pajak emas batangan sendiri sudah diperbarui lewat PMK 51/2025 dan PMK 52/2025, jadi pastikan kamu cek ketentuan terbaru ke penjual atau kantor pajak sebelum membeli.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apakah Dinar Cocok untuk Investasi?</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, apakah dinar emas cocok untuk investasi? sebelum membeli, pertimbangkan kelebihan dan kekurangan dinar berikut ini</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. Kelebihan Dinar Sebagai Investasi</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Nilai dinar mengikuti harga emas, sehingga ikut terlindungi dari penurunan daya beli rupiah dalam jangka panjang. Ukurannya kecil dan seragam, jadi gampang disimpan dan dibagi-bagi, misalnya untuk mahar atau zakat. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Agar tidak binggung kamu bisa mencari informasi tentang <a href="https://ruangfinansial.com/emas/cara-investasi-emas-antam-untuk-pemula/" data-type="link" data-id="https://ruangfinansial.com/emas/cara-investasi-emas-antam-untuk-pemula/">cara berinvestasi emas</a> untuk pemula yang benar agar tidak salah.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. Kekurangan Dinar Sebagai Investasi</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Pertama, dinar bukan alat tukar sah di Indonesia. Bank Indonesia menegaskan bahwa rupiah adalah satu-satunya alat pembayaran yang sah, dan Antam sendiri menyebut dinar sebagai <em>collectible item</em>. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua, harga belinya biasanya lebih mahal dari emas batangan, sehingga kamu butuh kenaikan harga emas yang cukup besar sebelum balik modal. Ketiga, saat dijual kembali, harga bisa lebih tinggi hanya di komunitas pengguna dinar, sedangkan di toko emas sering dihitung sebatas kadarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi intinya, kalau tujuanmu murni investasi dengan biaya serendah mungkin, emas batangan biasanya lebih efisien. Dinar lebih cocok kalau kamu memang butuh koin untuk mahar, zakat, atau memang ingin mengoleksinya. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Tips sebelum membeli Dinar</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Beli dari penjual resmi dan minta sertifikat atau kemasan segel. Hitung dulu selisih harga beli dan harga jual kembali (buyback), lalu bandingkan dengan emas batangan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Jangan gunakan dinar sebagai alat transaksi jual beli, karena itu tidak sesuai dengan UU Mata Uang. Terakhir, informasi di artikel ini bukan nasihat keuangan, jadi sesuaikan dengan tujuan dan kondisi keuanganmu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Itulah artikel dari <a href="https://ruangfinansial.com/" data-type="link" data-id="https://ruangfinansial.com/">Ruang Finansial</a> tentang Emas Dinar. Dibanding emas batangan, dinar punya nilai koleksi dan simpati syariah, tapi harganya lebih mahal dan penjualan kembalinya lebih terbatas.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Disclaimer:</strong> Artikel ini disajikan untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan nasihat keuangan atau fikih. Untuk memastikan keakuratan informasi mengenai berat, kadar, harga dinar, dan ketentuan zakat, silakan merujuk pada sumber tepercaya dan lembaga berwenang sebelum mengambil keputusan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">FAQ</h2>



<div class="schema-faq wp-block-yoast-faq-block"><div class="schema-faq-section" id="faq-question-1791689893882"><strong class="schema-faq-question">Apakah dinar bisa dijual kembali?</strong> <p class="schema-faq-answer">Bisa. Antam menerima buyback dinar dengan harga pada hari transaksi. Di toko emas biasa, dinar sering dihargai sesuai kadar emasnya saja, jadi harganya bisa lebih rendah dari harga beli.</p> </div> </div>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Referensi</strong>:</p>



<ol start="1" class="wp-block-list">
<li>Direktorat Jenderal Pajak. “<a href="https://pajak.go.id/id/artikel/pmk-512025-dan-pmk-522025-atur-ulang-pajak-emas-masyarakat-tak-perlu-cemas" rel="nofollow">PMK 51/2025 dan PMK 52/2025: Atur Ulang Pajak Emas, Masyarakat Tak Perlu Cemas</a>.” 1 Agustus 2025.</li>



<li>Islamic Awareness. “<a href="https://www.islamic-awareness.org/history/islam/coins/dinar2" rel="nofollow">Aniconic Gold Coins (‘Reformed Coinage’), Minted by the Umayyad Caliph ʿAbd al-Malik, from 77 AH / 696 CE</a>.” 10 Juni 2007.</li>



<li>Kassim, Hishamuddin Mohd. “Revisiting the Gold and Silver Nisab for Zakat: A Numismatic Study of Prophetic Era Dinar and Dirham Weights and Measures.” <em>Malaysian Journal of Syariah and Law</em>, vol. 12, no. 1, 2024. <a href="https://doi.org/10.33102/mjsl.vol12no1.569" rel="nofollow">https://doi.org/10.33102/mjsl.vol12no1.569</a>.</li>



<li>Bank Indonesia. “<a href="https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_232521.aspx">BI Tegaskan Rupiah sebagai Alat Pembayaran yang Sah di Indonesia</a>.” 28 Januari 2021.</li>



<li>Direktorat Jenderal Pajak. “<a href="https://www.pajak.go.id/index.php/id/siaran-pers/pemerintah-tegaskan-konsumen-akhir-tak-dipungut-pajak-atas-pembelian-emas" rel="nofollow">Pemerintah Tegaskan Konsumen Akhir Tak Dipungut Pajak atas Pembelian Emas</a>.” 31 Juli 2025.</li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://ruangfinansial.com/emas/emas-dinar/">Apa Itu Emas Dinar? Berat, Sejarah, dan Potensinya untuk Investasi</a> appeared first on <a href="https://ruangfinansial.com">Ruang Finansial</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ruangfinansial.com/emas/emas-dinar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
