5 Perbedaan Dinar dan Dirham Beserta Sejarah

Di toko logam mulia, kadang kamu melihat koin emas bertuliskan dinar, dan di sebelahnya ada koin perak bernama dirham. Sama-sama koin, sama-sama berakar dari sejarah Islam. Lalu bedanya di mana? Banyak orang mengira keduanya sama-sama

Written by: Michael Liuw

Published on: Oktober 11, 2026

Di toko logam mulia, kadang kamu melihat koin emas bertuliskan dinar, dan di sebelahnya ada koin perak bernama dirham. Sama-sama koin, sama-sama berakar dari sejarah Islam. Lalu bedanya di mana?

Banyak orang mengira keduanya sama-sama emas. Ternyata tidak. Bahannya saja sudah berbeda, dan itu baru perbedaan pertama.

Soal pembayaran, Bank Indonesia menegaskan bahwa rupiah adalah satu-satunya alat pembayaran yang sah di Indonesia, sesuai UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Jadi dinar dan dirham zaman sekarang lebih tepat dilihat sebagai logam mulia untuk simpanan, koleksi, zakat, atau mahar.

Di artikel ini kita mulai dari dasar dulu, pengertian dan sejarah masing-masing. Setelah itu baru masuk ke lima perbedaan emas dinar dan dirham, dari bahan, berat, kadar, asal nama, sampai fungsinya.

Pengertian Dinar

Apa itu dinar? Dinar adalah koin emas seberat 4,25 gram, setara satu mitsqal (Morton & Eden, 2025). Berat inilah yang dijadikan acuan dinar modern di Indonesia. Namanya diserap dari kata denarius, nama koin dari peradaban Romawi.

Standar World Islamic Mint (WIM) menetapkan dinar sebagai koin emas 22 karat (91,7 persen) seberat 4,25 gram. Antam menyediakan dua pilihan kadar, yaitu emas 91,7 persen (22 karat) dan 99,99 persen (24 karat).

Pilihan bobotnya cukup lengkap: seperempat dinar, setengah dinar, 1 dinar, 2 dinar, dan 4 dinar.

Sejarah Dinar

Sebelum Islam, pedagang Arab sudah akrab dengan solidus, koin emas Bizantium yang beredar luas di Timur Tengah. Koin ini dipakai terus-menerus, dan banyak yang akhirnya aus (Morton & Eden, 2025).

Perubahan besar datang pada 77 H, sekitar 696–697 M. Khalifah Abdul Malik bin Marwan dari Bani Umayyah mereformasi mata uang dan menerbitkan dinar yang dianggap sebagai koin emas murni Islam yang pertama (Morton & Eden, 2025; Royo Martínez, 2015). Bobotnya mengikuti mitsqal, sekitar 4,25 gram, bukan lagi bobot solidus.

Desainnya ikut berubah. Gambar makhluk hidup ditiadakan. Sebagai gantinya ada kalimat tauhid, ayat Al-Qur’an, nominal, dan tahun cetak (Museum of Islamic Art, n.d.). Pola ini kemudian dipakai koin Islam selama berabad-abad sesudahnya.

Pengertian Dirham

Lalu apa itu dirham? Dirham adalah koin perak seberat 2,975 gram. Angka ini muncul dari hubungan berat dengan dinar: 7 dinar sama beratnya dengan 10 dirham, sehingga 1 dirham adalah 7/10 dari 4,25 gram.

Nama dirham berasal dari kata Yunani drachme yang berarti koin (AboutIslam, n.d.). Antam menjual dirham berkadar perak 99,95 persen, dalam ukuran 1 dirham (2,975 gram) dan 5 dirham (14,875 gram) (IDX Channel, 2022).

Sejarah Dirham

Kalau dinar berakar di Bizantium, dirham berakar di Persia. Sebelum Islam, koin perak yang beredar luas di sana adalah drachm dari Kekaisaran Sasania. Pedagang Arab mengenalnya lewat jalur dagang, lalu terus memakainya setelah Islam datang dengan sebutan dirham.

Dirham ikut direformasi pada masa Abdul Malik bin Marwan. Dirham bergaya Islam dengan tulisan Arab mulai dicetak sekitar 78 H di sejumlah wilayah, antara lain Kufah, Armenia, dan Azerbaijan (Sohag University, n.d.). Gaya lama peninggalan Sasania perlahan ditinggalkan.

Beratnya kemudian dibakukan mengikuti dinar. Karena itu, hitungan 7 dinar setara 10 dirham masih dipakai sebagai patokan sampai sekarang.

5 Perbedaan Emas Dinar dan Dirham

Setelah tahu pengertian dan sejarahnya, sekarang kita bandingkan keduanya satu per satu.

1. Perbedaan Bahan Dasar

Dinar dibuat dari emas, dirham dari perak. Ini perbedaan yang paling kelihatan, dan efeknya langsung terasa di harga. Nilai dinar mengikuti harga emas dunia, sedangkan nilai dirham mengikuti harga perak dunia (Cermati, n.d.).

Artinya, harga emas yang naik belum tentu dibarengi kenaikan harga perak. Dua logam ini punya pergerakannya sendiri.

2. Perbedaan Berat Standar

Berat dinar standar 4,25 gram, sedangkan dirham 2,975 gram. Selisihnya kecil, tapi keduanya saling terhubung. Coba hitung: 7 dinar sama dengan 7 × 4,25 = 29,75 gram emas, dan 10 dirham sama dengan 10 × 2,975 = 29,75 gram perak. Beratnya sama, bahannya beda. Itulah maksud hitungan 7 dinar = 10 dirham.

Pilihan bobot di Antam juga berbeda. Dinar tersedia dari seperempat sampai 4 dinar, sedangkan dirham dalam ukuran 1 dan 5 dirham.

Baca Juga: 8 Perbedaan Emas Putih dan Perak yang Paling Mudah Dikenali

3. Perbedaan Kadar Kemurnian

Kadar dinar bisa berbeda tergantung produsennya. Standar WIM memakai emas 22 karat, sementara Antam menjual dinar 22 karat (91,7 persen) dan 24 karat (99,99 persen). Dirham Antam punya kadar perak 99,95 persen (IDX Channel, 2022).

Kalau kamu membeli koin dari produsen lain, cek dulu sertifikat dan spesifikasi kadarnya. Jangan sampai asal beli karena namanya sama-sama dinar dan dirham.

4. Perbedaan Asal Nama dan Akar Sejarah

Dinar berasal dari kata denarius dan terkait tradisi koin emas Romawi–Bizantium. Dirham berasal dari kata drachme dan terkait tradisi koin perak Persia serta Yunani (UIN Walisongo, n.d.; AboutIslam, n.d.).

Jadi, dua koin ini lahir dari dua tetangga besar Arab, yaitu Bizantium dan Persia. Reformasi Abdul Malik bin Marwan-lah yang menjadikannya koin Islam dengan ciri khas sendiri.

5. Perbedaan Fungsi dan Nilai

Nilai satu keping dinar jauh di atas dirham karena emas lebih mahal daripada perak. Pada Februari 2021, Polri menyebut nilai tukar 1 dinar sekitar Rp4 juta dan 1 dirham Rp73.500. Pada Agustus 2022, dinar Antam 22 karat dijual Rp3.582.007 dan 1 dirham Rp94.675.

Antam menyebut dinar dan dirham bisa dipakai untuk zakat, investasi, simpanan, dan mahar (Industry.co.id, 2021). Umumnya, dinar dipilih ketika nilainya yang dicari, sedangkan dirham lebih terjangkau untuk mulai mengoleksi.

Dalam sejarahnya, perak yang lebih mudah ditemukan membuat dirham lebih sering dipakai untuk transaksi sehari-hari.

Itulahan pembahasaan singkat dari Ruang Finansial tentang perbedaan dinar dan dirham. Kalau kamu tertarik mengoleksi atau menyimpannya, beli dari penjual resmi dan cek harga terbaru di laman Logam Mulia Antam. Ingat juga bahwa di Indonesia keduanya bukan alat pembayaran yang sah.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan edukasi. Berat, kadar, harga, dan spesifikasi koin dapat berbeda menurut produsen, dan harga dapat berubah sewaktu-waktu. Periksa informasi terbaru melalui sumber resmi sebelum membeli.

Referensi:

AboutIslam. “The Muslim Empire: How Islamic Coins Came to Existence.” AboutIslam, aboutislam.net/family-life/culture/the-muslim-empire-how-islamic-coins-came-to-existence/. Diakses 11 Okt. 2026.

Bisnis.com. “Pesan Koin Emas Dinar ke Antam, Pendiri Pasar Muamalah Ambil Untung 2,5 Persen.” Bisnis.com, 4 Feb. 2021, kabar24.bisnis.com/read/20210204/16/1352108/pesan-koin-emas-dinar-ke-antam-pendiri-pasar-muamalah-ambil-untung-25-persen. Diakses 11 Okt. 2026.

IDX Channel. “Mengenal Apa Itu Dinar atau Dirham, Mata Uang di Zaman Rasul.” IDX Channel, 22 Agu. 2022, www.idxchannel.com/syariah/mengenal-apa-itu-dinar-atau-dirham-mata-uang-di-zaman-rasul/all. Diakses 11 Okt. 2026.

Morton & Eden Ltd. “A Complete Set of Fifty-Six Post-Reform Umayyad Dinars.” NumisBids, Auction 133, Lot 1, 2025, www.numisbids.com/sale/9545/lot/1. Diakses 11 Okt. 2026.

Museum of Islamic Art. “Umayyad Dinar.” Museum of Islamic Art Collections, collections.qm.org.qa/en/objects/umayyad-dinar-g1. Diakses 11 Okt. 2026.

Republika. “2013 Jadi Tahunnya Dinar.” Republika.co.id, 9 Jan. 2013, ekonomi.republika.co.id/berita/mgd11m/2013-jadi-tahunnya-dinar. Diakses 11 Okt. 2026.

Royo Martínez, María del Mar. “Las emisiones arábigas hasta la reforma monetaria de Abd al-Malik.” Documenta & Instrumenta, vol. 13, 2015, doi.org/10.5209/rev_DOCU.2015.v13.49746. Diakses 11 Okt. 2026.

Sohag University. “Sasanian Traditions on the Early Post Reform Umayyad Dirhams.” Sohag University Staff Sites, staffsites.sohag-univ.edu.eg/stuff/home/tags/3169/581. Diakses 11 Okt. 2026.

UIN Walisongo. “Kerangka Teoritik Uang Dinar Dirham (Bab II).” Eprints UIN Walisongo, eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/621/3/082311006_Bab2.pdf. Diakses 11 Okt. 2026.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. JDIH Kementerian Keuangan, jdih.kemenkeu.go.id/fulltext/2011/7TAHUN2011UU.htm. Diakses 11 Okt. 2026.

Author Profile

Michael Liu, M.Ec.Dev adalah analis ekonomi dengan pengalaman lebih dari 7 tahun yang berfokus pada investasi emas, saham, kripto, dan obligasi. Menyajikan analisis pasar berbasis data dan referensi tepercaya untuk membantu memahami peluang dan strategi investasi secara tepat.

Tinggalkan komentar

Previous

Apa Itu Emas Dinar? Berat, Sejarah, dan Potensinya untuk Investasi